- Back to Home »
- fauna , Lifestyle , tips dan trik , Tips N Trick Lifestyle »
- Cara - Cara Merawat Hamster
Posted by :
Unknown
Kamis, 04 Oktober 2012
Matanya bulat, kecil dan
mengilap. Dia memiliki telinga yang pendek di kiri dan kanan atas kepalanya.
Dengan bahu kuat dan tubuh elastis, dia mampu menerobos lubang kecil. Dia juga
dikenal sebagai penggali lubang yang ahli dan efisien.Tubuh mungilnya yang diselimuti
bulu membuat orang sering menyebut dirinya sebagai tikus. “Hamster adalah
hamster, bukan tikus atau marmut,” kata Widjaja Taslim, penggemar hamster di
Jakarta. Widjaja merasa perlu menegaskan hal tersebut karena kebanyakan
penggemar satwa menganggap hamster sebagai tikus atau marmut. Padahal, bila
dilihat dari ciri fisiknya hamster sama sekali berbeda dengan kedua jenis satwa
tersebut. “Coba perhatikan waktu tikus makan. Dia punya daya makan yang rakus,
seolah-olah semua makanan harus dihabiskan,” tutur Widjaja menjelaskan. Hamster
tak punya perilaku rakus seperti tikus. Dia hanya makan ransum seperlunya saja.
Tak jarang, di tempat pakannya terlihat makanan yang masih bertumpuk. Lagipula,
tikus memiliki ekor yang panjang, sedang hamster hanya punya tulang ekor.
Lantaran panjang ekor hamster tak sampai setengah panjang tubuh, orang
seringkali menyatakan hamster tak punya ekor. Biasanya para penggemar satwa
memelihara hamster yang sudah akrab dengan manusia. Saat ini jenis hamster yang
sudah dipelihara manusia tak banyak, hanya empat. Di seluruh dunia, terdapat
puluhan jenis hamster yang hidup bebas di alamnya. Hamster liar tersebut
biasanya dinamakan berdasar nama negara atau wilayah tempat dia hidup.
Misalnya, hamster Eropa, hamster Rumania, hamster Turki, hamster Tibet, hamster
Mongol dan lainnya. Hamster Syria merupakan jenis paling banyak punya nama
sebutan lain. Ada yang menyebutnya, golden hamster, teddybear hamster, standard
hamster, ada juga yang bilang fancy hamster. Hamster yang punya nama ilmiah
Mesocricetus auratus ini berasal dari padang pasir Timur Tengah. Dia hidup
dalam liang-liang dalam bukit-bukit pasir. Jenis ini juga paling umum
dipelihara karena dapat dipegang oleh anak kecil dengan mudah. Saat dewasa
panjang tubuh antara 17 – 22 cm.Di negara kita jenis tersebut sering disebut
hamster lokal atau hamster biasa. Padahal Indonesia tak punya satwa asli jenis
hamster. Maklum, kita menyebut demikian karena hamster Syria adalah jenis yang
pertama kali dikenal. Sayang, tak ada catatan resmi mengenai sejarah hamster
masuk Indonesia. Hamster lain yang sering dipelihara adalah hamster mini.
Secara fisik, satwa yang satu ini memang berukuran kecil—dibandingkan jenis
hamster lainnya. Ada tiga jenis hamster mini yang dikenal dan dipelihara: hamster
mini Campbell (Phodopus campbelli), hamster mini winter white (Phodopus
sungorus) dan hamster mini Roborovski (Phodopus roborovski). Yang terakhir,
panjang tubuhnya maksimal hanya 5 sentimeter. Selain itu, ada hamster Cina.
Satwa pemilik nama ilmiah Cricetulus griseus ini panjang tubuh bisa mencapai 10
cm. Catatan ini hanya untuk hamster jantan. Yang betina, tubuhnya lebih pendek.
Waktu masih kecil, warna bulunya tampak lebih keabu-abuan jika kita bandingkan
dengan usia dewasa. Kata Widjaja Taslim, jenis ini dikenal sulit dibudidayakan.
Hamster hibrida juga masuk dalam daftar jenis yang dipelihara manusia. Jenis
ini dihasilkan dari campur tangan manusia yang melakukan persilangan antarjenis
hamster. Di habitat aslinya, persilangan model begini tak pernah ditemukan.
Menurut Widjaja, “kebijakan” mengawinkan dua jenis hamster ini bukanlah hal
yang tepat. Pasalnya, kedua jenis tersebut punya kecenderungan untuk terserang
penyakit yang berbeda. Hamster hibrida biasanya steril atau mandul.
Penyebabnya, kawin antarjenis ini mengahasilkan susunan gen yang berubah pada
anak-anak atau keturunannya. Saat ini, hanya ada empat tipe warna hamster
hibrida yang diakui: pearl, normal, imperial dan sapphire.Di Indonesia, demam
hamster ditulari lewat sejumlah pet shop papan atas di kota-kota besar. Meski
tak ada catatan khusus sejarah masuknya hamster ke negara kita, namun Widjaja
menduga satwa unik ini dibawa oleh penggemar satwa. Penggemar tersebut kemudian
menjadi pedagang hamster skala kecil. Saat ini, telah muncul penggemar hamster
yang menekuni budidaya satwa yang termasuk ordo Rhodentia ini
Cara-cara merawat hamster
::
Kali ini saya ingin
share tentang cara
merawat hamster dengan baik peliharaan kesayangan kita dengan benar. Binatang yang lucu
menggemaskan dan pastinya banyak disukai orang. Untuk memelihara hamster agar
tetap sehat, lucu dan lincah ada beberapa trik yang harus kalian ketahui. Jadi
tidak asal pelihara tanpa perawatan yang benar.
Yang pertama ::
pastinya kamu memilih
kandang hamster yang besar. Agar hamster bisa bergerak bebas lebih
leluasa. Kandangnya bisa dari aquarium kotak persegi panjang, dan bisa yang ada
petshonya.
Yang kedua ::
sediakan pasir
halus/serbuk kayu yang tanpa zat kimia apapun. Ini digunakan untuk alas di
kandang hamsternya nanti. Selain sebagai alas, fungsinya juga untuk menyerap
kencing agar tidak menggenang. Selain itu juga sebagai alas tidurnya kalau
misalnya dia tidak tidur dirumah-rumahannya. Jangan lupa mengganti dengan
pasir/serbuk kayu secara berkala. Bisa seminggu sekali, agar kandang tidak bau.
Ketebalan bisa dari 2cm sampai 4 cm.
Ketiga::
Untuk makanan terbaik hamster adalah makanan-makanan import buatan pabrik. Walaupun begitu Anda juga harus tetap waspada dan lebih cermat lagi dalam memilih mana makanan impor yang baik. Beberapa makanan impor mengandung terlalu banyak bahan pewarna, terlalu banyak biji bunga matahari atau bahan-bahan lainnya yang bisa merugikan hamster itu sendiri. Beberapa jenis buah-buahan dan kacang-kacangan bisa diberikan seminggu sekali dalam jumlah terbatas (sedikit sekali!)
Beberapa makanan yang bisa diberikan sebagai snack kepada hamster: (Perhatian: Makanan ini hanya diberikan sebagai snack bukan makanan utama karena bisa mengakibatkan ketidakseimbangan gizi, kerusakan pada sistem kencing, diare, dan kelainan pada proses kehamilan karena obesitas)
Apel,Pir,Pisang,Wortel Jagung manis (pemberian dalam jumlah banyak bisa mengakibatkan kerontokan bulu) Kentang (harus direbus dulu) Kacang tanah,Kacang kulit,Kacang mete,Kacang almond,Kacang kedelai Roti tawar,Biskuit Cracker,Oatmeal,Corn Flakes
Makanan yang sebaiknya tidak diberikan kepada hamster:
Selada,Kangkung dan seluruh sayuran hijau lainnya (Cai sim, bayam, kai lan, dll),Ketimun
Makanan yang tidak boleh diberikan sama sekali kepada hamster:
Jeruk dan semua bangsa citrus CokelatMakanan yang telah diberi bumbu
Keempat. ::
Yaitu Minuman dari Hamster itu sendiri. Hamster memperoleh air dari sayuran-sayuran. Kalo misalnya kamu gak terlalu sering ngasi sayur sediakanlah botol minum kusus hamster yang dijual di petshop. Oh ya jangan lupa. Minuman hamster itu Air yang di masak jangan kasi air keran yang masih ada kuman-kumannya. Juga Kebersihan Botol harus senangtiasa bersih. Jangan juga memberikan susu manusia kasi saja susu hamster. Oh ya botolnya jangan sampai bocor. Nanti banjir lagi kandangannya.
Yaitu Minuman dari Hamster itu sendiri. Hamster memperoleh air dari sayuran-sayuran. Kalo misalnya kamu gak terlalu sering ngasi sayur sediakanlah botol minum kusus hamster yang dijual di petshop. Oh ya jangan lupa. Minuman hamster itu Air yang di masak jangan kasi air keran yang masih ada kuman-kumannya. Juga Kebersihan Botol harus senangtiasa bersih. Jangan juga memberikan susu manusia kasi saja susu hamster. Oh ya botolnya jangan sampai bocor. Nanti banjir lagi kandangannya.
Kelima. ::
Perhatikan
kesalahan-kesalahan para pemelihara hamster pemula.
# Hamster dijemur dibawah sinar matahari.
Hamster adalah binatang nocturnal. Mereka adalah binatang malam. Di alam liar
mereka tidur sepanjang siang hari dalam lubang mereka yang bisa mencapai
kedalaman 10 – 20 meter dibawah permukaan tanah dan baru keluar pada malam hari
untuk mencari makan. Jadi mereka tidak terlalu membutuhkan sinar matahari.
Sedikit saja cukup… Tidak perlu sampai ‘dijemur’.
# Hamster dimandikan dengan air. Hamster rentan
terhadap air dan kelembaban. Hamster berasal dari daerah gurun pasir yang
kering. Jika hamster Anda sedang sehat dan dalam kondisi prima mungkin terkena
air bukan masalah, tapi jika kondisinya sedang menurun terkena air bisa berarti
kematian bagi mereka. Hamster yang basah harus secepatnya dikeringkan atau
mereka terserang flu, kemudian berlanjut ke pneumonia dan berakhir pada
kematian. Jadi jangan mengambil resiko untuk tindakan yang tidak perlu ini.
# Memisahkan induk hamster dari bayi-bayinya.
Kedengarannya memang bodoh tapi percayalah banyak orang yang tidak sengaja
melakukan hal ini karena ketakutan mereka pada gosip yang beredar tentang
‘hamster pemakan anak’. Ibu hamster yang sehat dan cukup akrab dengan manusia
tidak akan memakan anaknya tanpa alasan yang jelas! Jadi jangan memisahkan ibu
dan bayi-bayinya karena bayi-bayi itu akan meninggal dengan segera karena
kedinginan dan tidak mendapatkan air susu.
# Hamster jatuh dari ketinggian. Jika hamster
Anda masih baru, cobalah untuk memegang hamster dalam posisi duduk jadi jika
hamster Anda jatuh tidak akan terlalu tinggi. Ini kesalahan yang paling sering
dilakukan orang. Hamster yang baru datang biasanya masih merasa asing dengan
Anda dan dengan lingkungannya dan cenderung melompat secara tiba-tiba. Jadi
Anda harus mengantisipasi hal ini dulu.